Amankah Reksadana untuk Pendidikan Anak

Ilustrasi Reksadana photo created by rawpixel.com – www.freepik.com
image source : freepik.com

Mungkin inilah yang sering menjadi pertanyaan orang tua, Amankah Reksadana untuk Pendidikan Anak?. Jika biaya pendidikan itu murah tentunya tak kan ada orang yang putus sekolah karena biaya.

Tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga Anda sebagai orang tua pun berkewajiban untuk memberikan pendidikan kepada anak Anda, bahkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain bisa lebih dihargai di lingkungan tempat tinggal, latar belakang pendidikan tinggi yang dimiliki anak Anda diharapkan mampu memudahkan ia mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.

Mengingat biaya pendidikan anak setiap tahunnya mengalami peningkatan, sangat disarankan agar Anda melakukan rencana keuangan yang tepat, salah satu yang direkomendasi adalah reksadana.

Apa itu reksadana? Apakah aman untuk pendidikan anak?

Reksadana merupakan tempat pengelolaan dana yang telah Anda setorkan. Dana-dana ini dikelola secara profesional oleh manajemen investasi untuk disalurkan dalam bentuk portfolio efek, sebut saja saham, obligasi, deposito, dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui aman tidaknya reksadana pendidikan anak, akan lebih baik jika Anda mempertimbangkan beberapa keuntungan dari reksadana berikut:

  • Minim. Bisa dikatakan bahwa reksadana merupakan bentuk investasi yang menawarkan dana investasi relatif kecil. Yup, hanya dengan 100 ribu rupiah saja, kita bisa membeli reksadana.
  • Praktis. Praktis dalam hal ini, dilihat dari pembeliannya. Iya, reksadana bisa dibeli dimana pun baik di bank penjual reksa maupun langsung ke manajer investasi.
  • Fleksibel. Selain itu, reksadana juga bisa dibeli atai dijual dengan mudah. Pencairan dana membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari sesudah penjualan.
  • Terbuka. Semua hal di reksadana bisa kita lihat di koran atau media online baik mengenai daftar reksadana maupun kinerjanya.
    Untuk menghindari kesalahan, disarankan untuk melakukan hal ini saat membeli reksadana.

1. Ketahui berapa biaya yang diperlukan dikemudian hari beserta inflasinya

Sebelum membeli reksadana, akan lebih baik jika mengetahui berapa besar biaya di kemudian hari yang diperlukan untuk dana pendidikan anak Anda. Anda juga bisa membandingkan biaya di sekolah negeri dan swasta.

Mengingat biaya pendidikan selalu meningkat, Anda diwajibkan juga untuk menghitung besar inflasinya. Umumnya, inflasi biaya pendidikan sekitar 10 – 15% per tahunnya.

Kita ambil contoh, jika Anda membutuhkan biaya pendidikan sekitar 8 juta maka sebaiknya Anda harus menyimpan dana sebesar 8,5 juta untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. So, jika Anda mengambil masa reksadana untuk 1 tahun berarti Anda harus menyisihkan uang sebesar 708 ribu rupiah per bulannya.

2. Ketahui berapa lama investasi akan digunakan

Di sisi lain, Anda sepatutnya mengetahui berapa lama investasi tersebut akan digunakan untuk 1 – 3 tahun, untuk 5 – 10 tahun, atau untuk 10 tahun ke depan. Hal ini tidak lain bertujuan untuk memudahkan Anda dalam memilih tipe reksadana yang tepat.

Reksadana Pasar Uang. Ini merupakan bentuk reksadana jangka pendek, dimana dananya dialokasikan pada tabungan atau deposito di bawah 1 tahun. Returnnya sekitar 7% per tahun.

Reksadana Pendapatan Tetap. Ini merupakan bentuk reksadana untuk jangka waktu 3 – 5 tahun, dimana dananya dialokasikan pada Surat Utang Negara atau Surat Utang (obligasi). Meskipun resiko pada reksadana ini lebih besar, namun potensi returnnya juga lebih besar yakni sekitar 10% per tahun.

Reksadana Campuran. Ini merupakan bentuk reksadana untuk jangka waktu 5 – 10 tahun, dimana dananya dialokasikan pada saham dan obligasi. Potensi returnnya mencapai 20% per tahun.

Reksadana Saham. Ini merupakan bentuk reksadana untuk jangkan waktu > 10 tahun. Sesuai dengan namanya, reksadana ini dialokasikan pada saham dengan perkiraan potensi 25% per tahun.

Jika Anda berinvestasi sebesar Rp 200 ribu per bulan atau Rp 2.400 per tahun dan dengan potensi return sekitar 25%. Berapa imbal hasil yang akan Anda terima setelah 10 tahun?

Investasi 10 tahun

Ternyata hanya dengan menyisihkan dana sebesar Rp 200 ribu per bulan, dalam jangka waktu 10 tahun Anda dapat memperoleh imbal hasil sebesar Rp 99.756.000.

Kemudian kami menyarankan untuk membaca juga 5 Langkah Mudah, Cara Mendidik Anak

Itulah Amankah Reksadana untuk Pendidikan Anak semoga dapat Bermanfaat untuk teman-teman semua | Pendidikangratis.com
Share on: