+7 Bahas Asuransi Pendidikan Secara Tuntas, Cek Disini !

Office mask photo created by wayhomestudio – www.freepik.com
image source : freepik.com

Pernahkah anda memberikan iming-iming bahwa cita-cita anak akan tercapai jika sang anak rajin belajar ?

Hal ini dilakukan hampir semua orang tua, tetapi apakah anda sudah menyiapkan dana pendidikan anak tersebut demi menunjang cita-citanya?

Fakta yang mengejutkan hampir 70 % orang tua menghiraukan dana pendidikan anak tersebut.

Oleh karena itu melalui website ini, kami memberikan gambaran atau membantu mempersiapkan dana pendidikan anak anda dengan perencanaan keuangan yang tepat.

Asuransi Pendidikan Yang Tepat

Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh orangtua melalui website ini, salah satunya adalah mengapa kita merencanakan dana pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi? Jawabannya adalah

  1. Saat jenjang pendidikan SD sampai SMA, biasanya orang tua masih dalam usia produktif. Sehingga secara financial orang tua masih mampu.
  2. Untuk sekolah negeri, biaya SD sampai SMA saat ini tidak dipungut biaya.
  3. Kenaikan biaya perguruan tinggi cukup tinggi setiap tahunnya (15-30 %/tahun jauh diatas kenaikan penghasilan orang tua per tahun)

Bukan berarti, kita tidak bisa merencanakan dana pendidikan anak saat SD sampai SMA, justru hal itu sangat bagus. Akan tetapi jika dilihat dari sudut prioritas, merencanakan dana pendidikan perguruan tinggi lebih diutamakan.

Lalu bagaimana cara menempatkan uang kita untuk mencapai itu semua ?

Saya seorang agen asuransi yang berpengalaman di bidangnya, ingin memberikan solusi terbaik atas persoalan ini, yaitu dengan menawarkan asuransi pendidikan anak.

Lalu mengapa asuransi pendidikan anak, menjadi solusi terbaik?

Karena dengan satu program, anda mendapatkan 2 fasilitas yang dibutuhkan dalam menyiapkan dana pendidikan anak yaitu

1. Investasi

Menyiapkan dana pendidikan anak perlu ada investasi yang menawarkan bunga diatas 10 %/tahun, karena dengan bunga yang tinggi anda tidak terlalu besar untuk menabung setiap bulannya (akan diberikan contoh untuk kasus ini, sehingga kita memahaminya dengan detail). Walaupun setiap investasi memiliki profile risiko yang berbeda-beda.

2. Proteksi

Perlindungan berguna seandainya orang tua atau pencari nafkah mengalami musibah seperti meninggal, cacat tetap dan total atau sakit kritis. Adanya perlindungan yang diberikan tidak menggangu dana pendidikan anak yang sudah disiapkan.

Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, pola pikir orang tua untuk berinvestasi saja tidak tepat, sebaiknya orang tua memperhatikan perlindungan keluarga yang cukup.

Dari ke 2 hal tersebut, mari kita bahas satu per satu (saya harap anda tidak pusing ya)

1. Investasi

Melalui website ini kita belajar menghitung, berapa dana pendidikan anak yang dibutuhkan saat anak kita memasuki masa kuliah.

Investasi asuransi pendidikan

Penjelasan gambar diatas

Keluarga bp Hengky memiliki anak yang bernama stevani, saat ini berusia 10 bulan. Untuk menghitung berapa dana pendidikan saat perguruan tinggi nanti, kita harus mencari informasi biaya kuliah perguruan tinggi yang kita targetkan untuk anak kita.

Didapatkan informasi biaya kuliah di tahun 2015, selama 4 tahun sebesar Rp 90 juta (diluar biaya makan, kost-kostan, fotokopi dan akomodasi lainnya). Setiap fakultas dan jurusan memiliki biaya yang berbeda-beda.

Rata-rata kenaikan biaya kuliah mencapai 15 – 30 % / tahun, untuk contoh kasus ini kita menggunakan kenaikan 15 %/tahun. Perkiraan anak dari bp Hengky 17 tahun yang akan datang, memasuki masa kuliah.

Berikut rumus yang dapat digunakan (future value)

FV = PVx (1+ i) ^ n

FV = Rp 90 juta x ( 1 + 0.15 )^ 17

FV = Rp 968 juta

Maka didapatkan biaya kuliah sebesar Rp 968 juta ( 17tahun yang akan datang)

Sangat tinggi bukan?

Biaya tersebut sangat tinggi, karena kenaikan biaya kuliah per tahun yang cukup tinggi dan terakumulasi oleh waktu.

Lalu pertanyaannya adalah, bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan sebesar itu di tahun 2032 (17 tahun yang akan datang)

Ada beberapa pilihan instrument investasi yang sederhana, dimana setiap instrument ini memiliki rate/bunga yang berbeda-beda.

1. Menabung di BANK

Untuk mencapai dana Rp 968 juta di tahun 2032, maka yang harus ditabungkan saat ini adalah Rp 968juta/ (17 tahun x 12 bulan) yaitu Rp 4.74 juta/bulan.

Untuk bunga bank yang sebesar 1.5 %/tahun dapat kita abaikan, karena lebih kecil dari potongan bank per bulan (sekitar Rp 8000 – Rp 15.000 / bulan). ^_^

2. Deposito

Deposito merupakan program investasi yang dimiliki oleh BANK, bunga yang kita dapat dari program ini sebesar 5 – 7 % / tahun. Kita ambil rata-rata bunga deposito adalah 6 % / tahun.

Untuk mencapai dana Rp 968 juta ditahun 2032, maka yang harus didepositokan saat ini adalah Rp 2.74 juta per bulan.

3. Reksadana/ Unit Link

Reksadana merupakan instrument investasi yang cukup menggiurkan, karena bunga yang ditawarkan cukup tinggi mencapai diatas 10 %/tahun. Reksadana dikelola oleh manajer investasi.

Untuk mencapai dana Rp 968 juta ditahun 2032, maka yang harus kita tabungkan di reksadana saat ini adalah Rp 1.81 juta per bulan.

Manakah yang lebih kita jangkau dari semua instrument investasi diatas?

Memilih reksadana atau unit link adalah pilihan yang tepat untuk program jangka panjang, tetapi harus di ingat. Carilah manajer investasi yang handal di bidangnya, sehingga uang kita dapat dikelola dengan maksimal.

Saat ini PT Prudential memilih eastpring investments indonesia sebagai manajer investasi untuk mengelola dana nasabah. Di tingkat Asia, untuk ketiga kalinya Eastspring Investments kembali menempati posisi teratas dan dikukuhkan sebagai manajer investasi terbesar untuk pasar ritel di Asia pada tahun 2014 berdasarkan Asia Asset Management Fund Manager Survey 2014 (September 2014).

Survei tahunan tersebut melakukan pemeringkatan manajer investasi yang berpartisipasi di Asia ex Jepang, Australia dan Selandia Baru berdasarkan aset ritel yang bersumber di wilayah tersebut pada 30 Juni 2014.

Predikat yang sama juga diraih Eastspring Investments pada 2012 dan 2013 melalui survei yang sama. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Eastspring Investments sebagai Asia Expert di industri manajemen investasi di Asia. Total seluruh dana kelolaan Eastspring Investments per 30 Juni 2014 adalah US$ 115 milar. (sumber : swa.co.id)

Dari sisi investasi, saya harap anda sudah paham dan mulai menghitung berapa yang anda butuhkan.

Oke, sudah jelas bagaimana menghitung dana pendidikan yang diperlukan ?

Saya harap anda melanjutkan bagaimana memproteksi dana pendidikan yang sudah kita simpan

(ini sangat penting !!)

2. Proteksi

Perlindungan ini sangat penting sekali buat kepala rumah tangga, coba anda bayangkan saat kepala keluarga mengalami musibah sakit kritis atau lumpuh akibat kecelakaan, sehingga kedua hal tersebut menyebabkan orangtua stop bekerja atau kepala keluarga meninggal.

Tentunya keadaan keluarga tersebut berubah 180 % bukan?

Jangankan memikirkan untuk pendidikan anak, kebutuhan pokok seperti makan dan minum pun belum tentu mencukupi.

Berbeda kondisi saat kepala rumah tangga memiliki perlindungan

1. Meninggal

Tujuan awal kita adalah menyiapkan dana pendidikan anak di saat kondisi apapun, termasuk saat orang tua meninggal. Untuk itu kita harus mengetahui strategi menghitung warisan yang cukup untuk menanggulangi dana pendidikan anak tersebut.

Masih berhubungan dengan bp Hengky

Misalkan pengeluaran keluarga bp Hengky sebesar Rp 4 juta /bulan + Jumlah tabungan per bulan untuk pendidikan anak Rp 2.74 juta/bulan (jika berinvest di deposito).

Maka total pengeluaran adalah Rp 4 juta + Rp 2.74 juta = Rp 6.74 juta / bulan

Jumlah warisan yang harus dimiliki bp Hengky adalah Rp 6.74 juta x 200 = Rp 1.34 MILYAR

Uang sebanyak itu untuk apa ??

Jika bp Hengky meninggal katakan akibat sakit ataupun kecelakaan. Maka perusahaan asuransi akan memberikan santunan sebesar Rp 1.34 Milyar kepada istri atau anak. Uang yang dididapatkan, tidak boleh digunakan untuk hal konsumtif loh yah. Ada strateginya lohhh !!!

1. Uang sebesar Rp 1.34 Milyar di investasikan semua ke deposito bank. Mengapa deposito ? karena deposito memiliki bunga yang tetap. Maka didapatkan bunga sebesar Rp 1.34 Milyar x 6 % / tahun yaitu Rp 80.400.00/tahun atau Rp 6.7 juta/bulan.

Penghasilan suami di gantikan hanya dengan bunga deposito bank

SMART bukan ??

2. Penghasilan yang didapatkan Rp 6.7 juta/bulan, di alokasikan kepada tujuan awal yaitu Rp 2.74 juta untuk dana pendidikan anak dan Rp 4 juta untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Sakit Kritis

Ketika anda mendengar sahabat atau saudara yang meninggal. Hal yang pertama anda tanyakan adalah “Meninggal karena sakit apa ? ” Betul bukan ??

Faktanya 80 % orang sebelum meninggal mengalami sakit kritis. Sakit kritis ini menimbulkan banyak permasalahan yaitu

1. Bisa mengakibatkan dipecat perusahaan, karena orientasi perusahaan adalah bisnis bukan panti sosial, mereka akan menggunakan orang selama dia masih produktif.

2. Biaya pengobatan sangat tinggi jika anda terkena penyakit kritis, sebagai contoh

  • Biaya untuk bypass jantung mencapai Rp 250 juta
  • Biaya pengobatan kanker Rp 100 juta/bulan
  • Biaya pengobatan gagal ginjal mencapai Rp 100 juta

Bisa dipastikan orang yang terkena sakit kritis ini mengakibatkan krisis keuangan keluarga

Bagaimana strategi asuransi pendidikan anak mengatasi risiko sakit kritis ini ?

1. Santunan Hidup Saat Sakit kritis

Asuransi pendidikan anak akan memberikan santunan sakit kritis kepada pencari nafkah. Bagaimana peran santunan sakit kritis ini untuk mencapai tujuan dana pendidikan anak dan biaya hidup ?

Pada umumnya saat seseorang mengalami sakit kritis ditentukan oleh 5 tahun kedepan. Dalam jangka waktu 5 tahun akan ada 2 hal yang terjadi. Yaitu pencari nafkah sembuh total atau meninggal.

Selama 5 tahun ini, dibutuhkan biaya sangat tinggi, ada biaya pengobatan dan biaya sehari-hari. Dalam kondisi ini terjadi dilema bagi suami, karena dia tidak produktif sementara pengeluaran semakin tinggi.

Maka diperlukan santunan biaya hidup selama 5 tahun.

Di contoh sebelumnya Bp Hengky memiliki pengeluaran sebesar Rp 4 juta/bulan. Maka santunan sakit kritis yang diperlukan adalah 60 bulan x Rp 4 juta yaitu Rp 240 juta (jika faktor inflasi diabaikan)

Uang santunan ini digunakan selama 5 tahun. Jika ditahun ke 6 meninggal, maka akan dkeluarkan warisan sebesar Rp 1.34 Milyar. Jika sehat maka tidak menjadi masalah lagi karena suami bisa mencari nafkah bagi keluarganya.

2. Jaminan tabungan saat sakit kritis

Asuransi pendidikan anak memiliki fasilitas jaminan tabungan saat sakit kritis, artinya jika sebelum sakit kritis sang ayah menabung Rp 2 juta/bulan, maka ketika mengalami sakit kritis perusahaan asuransi akan melanjutkan tabungannya sebesar Rp 2 juta/bulan. Jika sang ayah sembuh total, maka perusahaan asuransi tetap melanjutkan tabungannya sampai dengan usia 55 tahun.

Sangat membantu bukan?

Mengapa asuransi pendidikan seperti ini masih jarang dimiliki oleh masyrakat Indonesia ??

  1. Banyak agen diluar sana tidak memahami konsep asuransi pendidikan anak secara tepat.
  2. Jarang sekali media menyajikan informasi asuransi pendidikan secara lengkap (penjelasan secara logika)
Kemudian kami menyarankan untuk membaca juga Belajar Sejarah Desa Pagergunung Kabupaten Kendal Secara Singkat

Itulah +7 Bahas Asuransi Pendidikan Secara Tuntas, Cek Disini ! semoga dapat Bermanfaat untuk teman-teman semua | Pendidikangratis.com
Share on: