Langkah-Langkah Penyusunan Kisi-Kisi Soal

Read Time2 Minutes, 3 Seconds

Langkah-langkah Penyusunan Kisi-Kisi SoalKisi-kisi merupakan  suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilaksanakan sebelum penulisan soal. Apabila terdapat beberapa penulis soal menggunakan satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang ditanyakan.

Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  • Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  • Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Komponen  yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal

Langkah-langkah Penyusunan Kisi-Kisi Soal

Langkah-langkah menyusun kisi-kisi sebagai berikut :

  • 1menentukan KD yang akan diukur;
  • memilih materi yang esensial;
  • merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan materi dan level kognitif.

Kriteria pemilihan materi yang esensial:

  • lanjutan/pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya.
  • penting harus dikuasai peserta didik.
  • sering diperlukan untuk mempelajari mata pelajaran lain.
  • berkesinambungan pada semua jenjang kelas.
  • memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :

Indikator

Indikator dijadikan acuan dalam membuat soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator:

  • Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur.
  • Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian).
  • Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  • Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus.

Level Kognitif

Level kognitif merupakan tingkat kemampuan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat dijabarkan dalam tiga level kognitif.

  • Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah yang meliputi pengetahuan dan pemahaman (knowing),
  • level 2 menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang meliputi penerapan (applying), dan
  • level 3 menunjukkan tingkat kemampuan tinggi yang meliputi penalaran (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi.

Sumber : Panduan Penulisan Soal SMP/MTs Tahun 2017

Demikian postingan pada kesempatan ini, semoga bermanfa’at

Baca Juga :

00
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close