Sekolah Favorit dan Zonasi sekolah

Sekolah Favorit dan Zonasi sekolah – Kebijakan dalam penerimaam peserta didik baru ( PPDB ) yang menggunakan kebijakan zonasi sekolah  akhir-akhir ini telah memunculkan pro dan kotra di tengah masyarakat. Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan ( Mendikbud ) mengingatkan agar sistem zonasi dapat meratakan pendidikan di  seluruh daerah. Ia menambahkan adanya pemerataan pendidikan ini tidak akan ada lagi sekolah dengan status favorit dan tidak favorit.

Sekolah Favorit dan Zonasi sekolah

Mantan Menteri Mendikbud periode 2009-2014, M. Nuh  menyampaikan pendapat yang berbeda, ia menyampaikan  bahwa sekolah favorit itu suatu keniscayaan. Munculnya sekolah itu karena perbedaan kualitas. Kalau saat sekarang kesan favorit dicoba untuk dihilangkan,  nantinya kemungkinan besar akan ada lagi favorit baru.

Ia menambahkan, pola zonasi  telah menggeser aspek-aspek yang berada di samping pendidikan.  Dalam memilih sekolah, masyarakat akan memilih wilayah, juga memilih seklah berdasarkan kualitas guru, fasilitas dan historis. Ia nambahkan pula perlu waktu penyesuaian dalam pelaksanaan zonasi sekolah ini.

Menariknya, mantan Mendikbud ini menambahkan, bahwa kualitas siswa dengan kualitas sekolah berhubungan.  Kulitas sekolah kemungkinan akan menjadi bagus apabila bersekolah dengan kulaitas bagus. Juga sebaliknya, siswa-siswa berprestasilah yang menjadikan sekola berstatus favorit. Sehingga wajar kalau siswa yang berkualitas bagus ingit masuk sekolah yang bagus.

Selain itu perlu diperhatikan  bahwa membangun sekolah favorit perlu waktu dan perjalanan panjang. Boleh jadi   kelengkapan sarana pendidikannya lengkap, tetapi prestasi tak kunjung menghampiri. Hal ini bisa terjadi karena kepemimpinan dan pengelolaan sekolahnya tidak baik. Bisa jadi guru-guru yang berkualitas hilang atau turun semangatnya karena kondisi pengelolaan sekolah yang  tidak menekankan efektivitas, dan lainnya.

Sebaliknya boleh jadi sekolah yang secara fiisik sarana dan prasarananya tidak lengkap, akan menjadi favorit dengan kepemimpinan dan pengelolaan managerial yang baik. Sehingga secara bertahap dari sisi kualitas guru, siswa bahkan sarana akan  meningkat.

Untuk itu sistem zonasi tidak akan membuat sekolah kehilangan status favoritnya, ketika pengelolaanya sudah efektif.

Demikian, semoga tetap semangat mengejar, meraih impian menjadi pribadi yang berkualitas dengan memilih sekolah  sesuai tujuan.

Baca juga :

Anak Kecanduan Game ? Inilah Kiat Mencegahya

Top 5 Game Matematika Tahun 2018 Yang Seru Banget…

Sekolah Favorit dan Zonasi sekolah | admin | 4.5